it might be us..
cuddling each other than sleep and dreaming..
so we.. <3
I Miss You..
it might be us..
cuddling each other than sleep and dreaming..
so we.. <3
I Miss You..
Don’t speak.. No thoughts..
Blind .. emotionless
Nothing, emptiness
Silent … senseless
Drip.. Drip… Drop
Ripple.. Ripple break
Motions, echoes, reflections
Begins, reaction
Reacting, collision, awareness
Beginning, awakening
Sensations, pain
Pain, pain, pain, pain
Birth, breaking, opening
Force, escape, panic,
Release
Release, relax,
Relax, remember,
Remember, awake
Search, seek, hunger
Familiar, touch, sensations arise
I was, I once, I lived
I deny, denied, died
Now, accept
Accept, understand
I choose, rewind
Life reawake, renew
I choose, once more
To journey, a story
A life, to be free
Free to be me
Me, an element
With the ability to become
From nothing to exist,
With a form, through the cycle
To existence
| Dialog Imajiner #1 | |
| aku: | hari ini agendanya apa? (sambil bersisir) |
| sosok AKU : | entahlah, maumu sendiri apa sekarang..?? |
| aku: | aku bingung.. |
| sosok AKU: | should i... |
| aku: | apa?? |
| sosok AKU: | ah sudahlah, kamu memang tak punya semangat hidup.. sudah terfikir untuk menyelesaikan PR kantor dan kuliahmu.. |
| aku: | ah... |
| sosok AKU: | DASAR CEWE BODOK..!! |
| aku: | terus?? |
| sosok aku: | baiklah,, sisir saja rambutmu hingga kepalamu botak.. kamu fikir menjadi cantik adalah sebuah impian..?? |
| aku: | memang.. |
| sosok AKU: | itulah bodohnya kamu.. kamu akan tua dan keriput lalu mati tanpa membawa sedikitpun ilmu.. |
| aku: | menjadi cantik tidak akan membuatmu di tinggalkan.. |
| sosok AKU: | terserahmu.. jika menjadi cantik dan bodoh adalah kebanggan maka lakukanlah.. aku tak mau mengikutimu lagi.. (berhenti menyisir dan pergi) |
| aku: | mau kemana? aku sendirian.. |
| sosok AKU: | aku lelah menemanimu, kau hanya menikmati menjadi orang yg menyedihkan.. aku kasian padamu.. sudah aku mau pergi, nanti malam aku pulang.. jangan tunggu aku.. |
| aku: | (diam dan menangis) |
Saya bangga menjadi orang Indonesia, tapi hari ini saya malu.
Pagi ini, Jakarta dikejutkan oleh press conference promotor yang rencananya akan mendatangkan Lady Gaga untuk mengadakan konser di sini. Dan tak lama, berita itu mendunia. Salut, FPI - sekarang kita adalah bangsa yang picik, fanatik, dan bodoh di mata dunia. Ini semua “jasa” kalian.
Teman-teman di Twitter yang beragama Islam lebih terluka dan marah dibanding saya. Mereka merasa FPI telah mencoreng nama baik Islam. Saya memahami perasaan mereka, dan saya pun akan berpikir seperti itu jika saya beragama Islam.
Fanatisme. Apa pun bentuknya, apa pun yang dibela, akan membuat pelakunya, siapa pun itu menjadi orang yang sombong dan berpemikiran sempit. Bukan melulu soal FPI dan Islam, tapi fanatisme terhadap agama lain dan hal-hal lainnya juga.
Di Gereja pun, banyak orang Kristen yang merasa dirinya lebih suci dan lebih benar, bukan saja jika dibandingkan dengan orang lain. Dengan saudara-saudara seimannya pun begitu. Perempuan perokok itu pasti perempuan nakal. Peminum itu pasti neraka jatahnya.
Orang-orang seperti ini membuat Tuhan terdengar seperti sosok yang keji dan jahat. Tuhan yang tidak Maha Mengerti. Tuhan yang kaku. Tuhan yang tidak punya kasih. Tuhan yang tidak cocok untuk ada di jaman sekarang. Padahal Tuhan tidak seperti itu…
Jika kita ingin memperoleh simpati orang lain, kekerasan bukanlah strategi yang baik. Jika kita ingin dihormati oleh orang lain, ancaman dan rasa takut bukanlah cara untuk mencuri hati siapa pun. Dan FPI terus menerus melakukannya, bukan hanya hari ini saja.
Saya memahami bahwa budaya barat belum sepenuhnya dapat diterima oleh bangsa ini, tapi menutup diri dan menganggap diri lebih baik tidak akan membuat kita lebih mulia dan maju dibanding bangsa apa pun di dunia. Menghalangi umat Kristen beribadah tidak membuat umat Kristen terlihat lebih kotor dan berdosa dibanding umat Islam.
Fanatisme terhadap seorang tokoh pun adalah kebodohan bagi saya. Dan cinta adalah salah satu bentuk fanatisme yang mungkin paling heroik yang pernah dilakukan oleh siapa pun. Namun sebenarnya orang yang kita cintai pun tidak sebegitunya perlu kita bela. Apalagi Tuhan. Siapakah kita ini sampai-sampai Tuhan Yang Maha Kuasa itu perlu kita bela?
Segala sesuatu itu harus tepat takarannya, tidak boleh lebih dan jangan berkurang. Baik keimanan kita terhadap Tuhan, maupun rasa sayang kita kepada seseorang. Dan jika memang benar Lady Gaga adalah seorang pemuja setan, apakah lalu orang-orang yang beriman dan menghujatnya itu lebih baik di mata Tuhan? Dan apakah dengan mencintai seseorang sedemikian setengah-matinya akan membuatnya mencintai kita dengan kadar yang sama? Pengalaman saya membuktikan tidak seperti itu.
Hari ini saya malu, sedih, dan putus asa. Indonesia terlalu besar dan terlalu mulia untuk dikuasai oleh segerombolan preman yang berkedok agama. Namun hal itulah yang terjadi.
(Dan saya sadar, tulisan ini bukan sekedar mengenai FPI. Saya terlalu banyak curcol di sini. Haha).
Every time I look in the mirror
All these lines on my face getting clearer
The past is gone
It goes by, like dusk to dawn
Isn’t that the way
Everybody’s got their dues in life to pay
Yeah, I know nobody knows
where it comes and where it goes
I know it’s everybody’s sin
You got to lose to know how to win
Half my life
is in books’ written pages
Lived and learned from fools and
from sages
You know it’s true
All the things come back to you
Sing with me, sing for the year
Sing for the laughter, sing for the tears
Sing with me, if it’s just for today
Maybe tomorrow, the good lord will take me away
Kepada rintik hujan di pagi hari..
aku mencium aroma rumput basah yang tersirami semalam..
mungkin aku dapat melukismu pada kaca berembun..
sedari semalam aku tak mampu menahan senyumku..
menatapmu lahap dengan apa yang kusajikan..
aku menyukai senyummu malaikat pagi..
telah kutitikan selimut sehangat pelukan di kamar itu..
meskipun hatiku hampir sedingin hujan di luar..
tetaplah buatku tersenyum dengan manismu..
tak apa tersenyum walau bibirmu kelu..
karna hanya senyummu yang mampu mengahangatkanku..
aku, kamu dan hujan malam itu..